Pengiriman Kursi Lipat di Wonosobo Jawa Tengah

Pengiriman Kursi Lipat di Wonosobo Jawa Tengah

Pengiriman Kursi Lipat di Wonosobo Jawa Tengah
Konsumen Pemesan : Pak Ikhsan
Alamat Lengkap : Wonosobo, provinsi jawa tengah
Unit yang dipesan : 20 Pcs Kursi Lipat

Setelah melihat profil perusahaan kami, Pak Roni mempercayakan kepada kami untuk mengirim kursi kuliah sebesar 80 unit melalui transaksi by call dan via online. Kursi kuliah yang dibeli oleh pak roni Omega kursi kuliah Grade A dengan kualitas terbaik kami dengan harga Rp.150.000/pcs , bagi anda yang berminat dengan kursi kuliah Grade A seperti yang dibeli oleh pak roni diatas Silahkan feel free saja untuk menghubungi Kontak Kami yang tertera DISINI

Berikut ini adalah galeri pengiriman Kursi Lipat di Wonosobo Jawa Tengah

Sekilas Tentang Wonosobo

Berdasarkan cerita rakyat, pada awal abad ke-17 tersebutlah 3 orang pengelana masing-masing bernama Kiai Kolodete, Kiai Karim dan Kiai Walik, mulai merintis permukiman yang diketahui saat ini bernama Wonosobo. Selanjutnya, Kiai Kolodete bermukim di Dataran Tinggi Dieng, Kiai Karim bermukim di daerah Kalibeber dan Kiai Walik bermukim di sekitar Kota Wonosobo sekarang.

Di kemudian hari, dikenal beberapa tokoh penguasa daerah Wonosobo seperti Tumenggung Kartowaseso sebagai penguasa daerah Wonosobo yang pusat kekuasaannya di Selomanik. Dikenal pula tokoh yang bernama Tumenggung Wiroduta sebagai penguasa Wonosobo yang pusat kekuasaannya di Pecekelan-Kalilusi, yang selanjutnya dipindahkan ke Ledok, Wonosobo, atau Plobangan saat ini.

Salah seorang cucu Kiai Karim juga disebut sebagai salah seorang penguasa Wonosobo. Cucu Kiai Karim tersebut dikenal sebagai Ki Singodewono yang telah mendapat hadiah suatu tempat di Selomerto dari Keraton Mataram serta diangkat sebagai penguasa daerah ini namanya diganti menjadi Tumenggung Jogonegoro. Pada masa ini pusat kekuasaan dipindahkan ke Selomerto. Setelah meninggal dunia, Tumenggung Jogonegoro dimakamkan di Desa Pakuncen.

Selanjutnya pada masa Perang Diponegoro ( 1825 – 1830 ), Wonosobo merupakan salah satu basis pertahanan pasukan pendukung Diponegoro. Beberapa tokoh penting yang mendukung perjuangan Diponegoro adalah Imam Misbach atau kemudian dikenal sebagai Tumenggung Kertosinuwun, Mas Lurah atau Tumenggung Mangkunegaraan, Gajah Permodo dan Kiai Muhamad Ngarpah.

Dalam pertempuran melawan Belanda, Kiai Muhamad Ngarpah berhasil memperoleh kemenangan yang pertama. Atas keberhasilan itu, Pangeran Diponegoro memberikan nama kepada Kiai Muhamad Ngarpah dengan nama Tumenggung Setjonegoro. Selanjutnya Tumenggung Setjonegoro diangkat sebagai penguasa Ledok dengan gelar nama Tumenggung Setjonegoro.

Eksistensi kekuasaan Setjonegoro di daerah Ledok ini dapat dilihat lebih jauh dari berbagai sumber termasuk laporan Belanda yang dibuat setelah Perang Diponegoro berakhir. Disebutkan pula bahwa Setjonegoro adalah bupati yang memindahkan pusat kekuasaan dari Selomerto ke daerah Kota Wonosobo saat ini.

Dari hasil seminar Hari Jadi Wonosobo 28 April 1994, yang dihadiri oleh Tim Peneliti dari Fakultas Sastra UGM, Muspida, Sesepuh dan Pinisepuh Wonosobo termasuk yang ada di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Pimpinan DPRD dan Pimpinan Komisi serta Instansi Pemerintah Wonosobo yang telah menyepakati Hari Jadi Wonosobo jatuh pada tanggal 24 Juli 1825.

Sumber Kursi Kuliah Wonosobo By Decora.Co.Id

Posting Terkait "Pengiriman Kursi Lipat di Wonosobo Jawa Tengah"

Pengiriman Kursi Lipat di Pundong Bantul Yogyakarta
Pengiriman Kursi Lipat di Pundong Bantul Yogyakarta
Pengiriman Kursi Kuliah di Tasikmadu Karanganyar
Pengiriman Kursi Kuliah di Tasikmadu Karanganyar Pengiriman
Pengiriman Kursi Lipat di Gedung Dakwah Sawit Boyolali
Pengiriman Kursi Lipat di Gedung Dakwah Sawit

Tinggalkan pesan "Pengiriman Kursi Lipat di Wonosobo Jawa Tengah"